Senin, 10 Juni 2013

PESAN UNTUK HAMA-HAMA DI NEGERI KITA

   Ketukan nada memainkan irama sindiran, sindiran para tikus-tikus kantor dan para domba-domba negeri nusantara yang kaya dan subur ini. Alam sekeliling menyaksikan penindasan tanpa ceceran darah, tanpa peluru menembus tubuh, namun mereka kecoak-kecoak yang membunuh dengan kemiskinan, menambahkan lapar dahaga di lingkup rakyat-rakyat negeri.
   Bukan kah kemerdekaan negeri di dapatkan dengan persatuan, tapi mengapa persatuan saat ini di matikan oleh kepribadian semata, bangsa kita bukan lagi terbentuk tatanan bhineka tunggal ika, melainkan tatanan kepribadian meraup kekayaan haram.
   Menjalar sudah binatang-binatang melata di belahan negeri, tumbuh dari segalah kalangan. Kemana lagi mencari pembasmi hama-hama yang nista di kibaran sang saka merah putih ini.
   Pasrah, seakan-akan jalan terakhir yang hanya menantikan derita akan datang melanda kita, namun segalahnya dapat tertepiskan dalam kehidupan kita dengan adanya kekuatan pantang menyerah yang telah di tanamkan para pejuang negeri ini dahulu kala.
   Kepalkan tangan untuk menghujat tikus-tikus, domba-domba dan kecoak-kecoak  di negeri kita, negeri kita bukanlah ladang hama, bersatu untuk perubahan, bergegas untuk kebangkitan negeri yang bersih dari hama-hama nista yang ada di negeri berlandaskan jiwa pancasila dan di naungi merah putih yang tetap berkibar sepanjang masa.
   Tajamkan kebijaksanaan dan keadilan sosial, dan wariskan kepada anak cucu kita.
   Wahai para hama-hama di negeri Indonesia, sang pembasmi kalian akan lahir, mereka tunas-tunas bangsa yang membawa kebijaksanaan dan keadilan dan akan merongrong kehidupan kalian dan akan mencabik-cabik kemewahan kalian, hingga kalian dapat merasakan rasa perihnya kemiskinan dan ketidak adilan yang kami alami saat ini.

Jumat, 07 Juni 2013

SEPARUH KITA ADALAH UKHUWAH

  “Ya Salam, Ya Muhaimin”. Wajib rasanya menjadi acuan oran-orang muslim, orang muslim yang tidak menjadikan muslim lainnya merasa terganggu dengan lisan dan tangannya. Sedang orang mukmin adalah orang yang membuat orang lain merasa aman terhadap  darah dan hartanya.
  Sedemikian indahnya islam itu, sedemikian pula tali ukhuwah kita sejak awal saling mengenali, hingga sampai saat kita berada di kehidupan masing-masing. Waktu yang terus berputar ini, aku membuka kembali memori yang dahulu menorehkan ukiran hangatnya kebersamaan.
   Aktivitas yang bersama kita jalani, terawali saat seruhan adzan subuh berkumandang hingga sampai maghrib tiba dan mengisi canda tawa bersama saat isya’ telah berlalu. 
  Kita berkata saat dunia menyaksikan kebersamaan kita: “bahwa kita akan mengenang kehidupan ini, terus menjalin ukhuwah yang islami, menyapa salam saat kelak jumpa kembali di penghujung perpisahan”.  
   Sahabat, perpisahan kita semua tak akan pernah mengakhiri pertemuan, karna kita sangat merindukan canda tawa bernuangsa kebahagiaan ataupun kesedihan saat bersama di hadapan sejagad raya ini. Sekalipun di antara kita telah pergi mendahului kehidupan fana ini, tetap tidak akan pernah memutus persahabatan atau persaudaraan kita.
  Sahabat, separuh kita adalah ukhuwah. Do’a kita bersama adalah kekuatan, untuk kita yang masih memandang mentari dan rembulan tetaplah berjuang demi pembelian cita-cita dan kemerdekaan masa depan. 
  Untuk semua sahabat yang telah meninggalkan bumi ini selamanya dan tak akan kembali lagi, semoga sang Illahi Robbi menempatkan di antara kekasih-kekasih-NYA.

Kamis, 06 Juni 2013

JADILAH SEPERTI BATU CADAS DALAM MENGHADAPI KRITIK PEDAS

   Manusia pandir dan berakal sempit selalu mencela sang pencipta dan pemberi karunia. Mereka mencari Dzat yang Maha Esa. Yang tiada sesembahan hak selain dia. Apa lagi saya, anda, dan kita yang memaang banyak salah dan dosa.
   Di dalam kehidupan ini bila anda suka memberi, membangun, memberikan manfaat, mencerahkan umat, dan menerangi masyarakat, niscaya anda akan menghadapi serangan bertubi-tubi, berupa kritikan pedas lagi pahit, penghancuran terencana dan terarah dan penghinaan yang disengaja. 
   Parah pengkritik takkan pernah diam hingga hingga anda memasuki liang bumi, menaiki tangga di langit, dan lari dari mereka. 
Adapun bila anda masih di tengah-tengah mereka, maka aka ada selalu sikap mereka yang membuat anda bersedih dan meneteskan air mata, atau membuat anda susah tidur. 
   Orang yang duduk di atas tanah tak akan pernah terjatuh dan manusia tak akan pernah menendang anjing mati, tapi mereka akan marah pada anda karena anda telah mengungguli mereka dalam hal kesalehan, ilmu, perilaku, dan harta. Anda di mata mereka adalah orang berdosa yang tak akan terampuni hingga anda melepaskan nikmat dan karunia Allah, meninggalkan sifat-sifat terpuji dan meninggalkan nilai-nilai luhur yang selama ini anda pegang, mereka baru akan rela, saat anda menjadi orang bodoh, pander, dan tolol seperti yang mereka harapkan.
   Oleh sebab itu, waspadailah apa yang mereka katakana, teguhkan jiwa anda saat mendengar kritikan, cemoohan, dan hinaan. Jadilah seperti batu cadas yang tetap kokoh berdiri, dan bahkan mampu memecahkan butiran-butiran salju yang datang menerpa. Berpalinglah dari mereka dan jangan merasa sempit dari tipu daya mereka, karna sesungguhnya kritik menyakitkan itu adalah ungkapan penghormatan mereka. semakin tinggi derajat dan posisi Anda, maka kritikan yang datang akan semakin pedas dan memilukan.

                        Buku   : Ada Kemudahan Bersama Kesulitan
                        Penulis: Ali Ahmad Abdul al at-thahthawi
                                 : Jad Ar-Rab dan Aid Al- Qarni

Rabu, 05 Juni 2013

MOROWALI UNTUK GENERASI ESOK

    Dari setapak jalur celebes centre, kilometer jalan raya bertikungan terpampang dalam apitan gunung dan tebing-tebing bertajam membawa ke salah satu bagian tanah mori, pemukiman daerah-daerah kabupaten morowali mengundang masa depan morowali, dalam membangun kesejahtraan, mengolah sumber daya manusia yang berkualitas, serta menjaga sumber daya alam agar tetap murni, menetralisasikan kelestarian alam morowali tercinta.
    ketika masa bumi semakin tua, morowali bangkit dalam rancangan di daerah-daerah, yang di tujukan untuk langkah awal yaitu pemekaran. kepemimpinan yang merealisasikan industri-industri agar memanfaatkan isi bumi, serta kesuburan tanah morowali tercinta agar tercipta wadah-wadah lapangan kerja, membangun tatanan wilayah demi mensejajarkan wilayah ternama di NKRI ini. maka sesekali terlahir pro dan kontra, sungguh mengesankan kesedihan dalam tujuan utama yang telah terancang sejak bumi morowali lahir.
   orasi untuk segenap generasi pemuda pemudi morowali, bersatu untuk masa depan tanah leluhur kita bertindak dalam arah kebijaksanaan untuk mengidealisasikan kesosialan di tanah morowali tercinta, lupakan permasalahan masa lalu yang telah banyak menimbulkan pro dan kontra. sudah saatnya kita yang menimbah ilmu pengetahuan di bangku pendidikan tanpa ada kata perbedaan untuk melanjutkan impian morowali.
   untuk segenap pemimpin yang telah berjuang, izinkan sang generasi muda berkontribusi untuk pemberdayaan di morowali tercinta. tua muda, maupun senior junior marilah kita bumi hanguskan perbedaan ataupun tingkatan pangkat dan derajat, karna kita adalah kesatuan untuk morowali. jangan ada lagi sebuah tujuan hanya demi kepribadian semata, sebab kita bersama untuk morowali. jangan bebankan kegagalan kita untuk anak cucu kita nantinya, jangan patahkan masa depan mereka karna hanya keterlambatan kejayaan morowali, sehingga mereka terlantar dalam kemiskinan, kedangkalan pengetahuan, serta buta era yang semakin modernisasi.
   Marilah kita berikan warisan kepada generasi di era akan datang dengan kemakmuran dan kejayaan, biarkan kelak mereka bernyanyi senandung lagu kebahagian, kita yang telah tiada nantinya akan mendapatkan ketenangan dengan mengorbankan perjuangan gigih demi tanah leluhur kita, demi senyuman generasi yang akan datang. 
   
   

Kamis, 30 Mei 2013

BERSAMA KESULITAN, ADA KEMUDAHAN

Wahai manusia, setelah lapar ada kenyang, setelah dahaga ada kesegaran, setelah bergadang ada lelap tidur dan setelah sakit ada sehat. Setiap yang hilang past ketemu; setiap yang tersesat akan mendapat petunjuk; setiap yang dalam kesulitan akan terbebas; dan kegelapan akan berubah menjadi terang.

uŽtIsù z`ƒÏ%©!$# Îû NÎgÎ/qè=è% ÖÚt¨B šcqãã̍»|¡ç öNÍkŽÏù tbqä9qà)tƒ #Óy´øƒwU br& $oYt7ÅÁè? ×otÍ¬!#yŠ 4 Ó|¤yèsù ª!$# br& uÎAù'tƒ Ëx÷Fxÿø9$$Î/ ÷rr& 9øBr& ô`ÏiB ¾ÍnÏYÏã (#qßsÎ7óÁãsù 4n?tã !$tB (#rŽ| r& þÎû öNÍkŦàÿRr& šúüÏBÏ»tR ÇÎËÈ  
52. Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: "Kami takut akan mendapat bencana". Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.

Sampaikan kabar gembira pada malam, bila jelang fajar akan mengusirnya dari puncak-puncak gunung dan dasar-dasar lembah. Gembirakan orang yang berkesusahan dengan pertolongan yang datang secepat kilatan cahaya dan sesegera kedipan mata. Bergembira pula orang yang sedang bergundah gulana dengan lipatan karunia dan dekapan hangat yang segera tiba.
Saat anda melihat hamparan padang sahara yang seolah memanjang tampa batas, maka ketahuilah dibalik kejauhan itu terdapat kebun rimbun penuh hijau dedaunan. Dan saat anda melihat seutas tali makin meregang kencang, maka ketahuilah ia akan segera putus.
Setiap tangisan akan berhujung dengan senyuman, ketakutan akan berakhir dengan rasa man, dan kegelisahan akan sirna oleh kedamaian.
Maka janganlah anda merasa terhimpit sejengkalpun. Setiap keadaan pasti berubah. Dan sebaik-baik ibadah adalah menanti kemudahan dengan penuh kesabaran. Hari akan terus bergulir, tahun akan berganti, dan malam akan berubah, yang ghaib akan terus bersembunyi, tapi sang maha bijaksana akan terus memegang kendali urusan. Dan Allah mampu menciptakan hal baru setelah itu semua, dan sungguh, bersama kesulitan itu ada kemudahan.

                              
                        Buku  : Ada Kemudahan Bersama Kesulitan
                        Penulis: Ali Ahmad Abdul al at-thahthawi
                             : Jad Ar-Rab dan Aid Al- Qarni


KAMPUNG KEDUA KITA

   
   Terlahir kita sudah kedunia fana ini, berpijak di setiap tanah kelahiran. Tahun demi tahun berjalan silih berganti, tumbuhlah dewasa generasi-generasi muda penopang agama dan negaranya. Berlomba-lomba mencari wadah pengetahuan demi niatan menimpah ilmu.
   Suratan takdir tanpa dapat terpandang, mengiring langkah-langkah kita tanpa serentak berpijak di satu wadah pengetahuan yang menyetarakan ilmu dan amal antara sisi kehidupan dunia dan akhirat. 
   Masa-masa kita telah bersatu di naungan berlabelkan Pondok Pesantren, kita semua beragam suku dari sabang hingga sampai merauke tidak merusutkan perbedaan, melainkan kita sejajar bersama ibarat barisan shof-shof ketika menunaikan ibadah sholat.
   Pagi cerah menyambut matahari terbit, hingga menyongsong petang mengantar matahari terbenam, kita beriring-iringan terbasuh sejuknya Darussalam “kampung damai”. Kampung tempat kita menuntut ilmu, tempat terjalinnya ukhuwah islamiyah.
  Tiada terniang hidup di kampung kedua kita, kampung damai tempat kita dewasakan pemikiran dengan ilmu amal. Walaupun Sejarah tidak akan pernah terulang, 

tapi Pondok Pesantren Modern Darussalam Lawang-Malang di pulau jawa timur ini menanamkan kesan di benak hati kita masing-masing.
  Inilah kita yang pernah menghirup udara, menghembuskan nafas di Darussalam “kampung damai” akan terus menanamkan panca jiwa pondok dalam jiwa raga kita hingga yaumul kiyamah.

Rabu, 29 Mei 2013

HARI INI MILIK ANDA


   Bila anda berada di pagi hari, janganlah menunggu hingga sore hari. Hari inilah yang akan anda jalani, bukan kemarin yang telah pergi dengan sejagad kebaikan dan keburukannya, dan bukan pula esok hari yang belum tentu datang. Hari yang mataharinya menyinari anda dan siangnya menyapa anda inilah hari anda.
   Umur anda mungkin tinggal hari ini, maka anggaplah hidup anda cumin hari ini, seolah anda lahir di hari ini dan akan mati di hari ini. Seketika itu, anda tak akan terombang-ambing di antara khayalan, kegelisahan, duka masa lalu dengan ramalan masa depan yang penuh ketidak pastian dan acap kali menakutkan.
   Arahkan kosentrasi, perhatian, pikiran dan usaha anda pada hari ini saja. di hari ini pula, Anda persembahkan sholat yang khusyuk, bacaan Al-Qur’an sarat tadabbur, penelaahan yang cermat mendalam, zikir yang sepenuh hati, keseimbangan dalam segala hal, keindahan akhlak, ridho dengan semua yang Allah berikan, perhatian dengan penampilan, peduli dengan kesehatan, dan bermanfaat bagi orang lain.
   Di hari dimana Anda hidup inilah, Anda sebaiknya membagi waktu dengan bijak. Jadikan setiap detiknya laksana puluhan bulan dan dan menitnya ibarat ratusan bulan. Pada hari itu, tanamlah kebaikan, persembahkan sesuatu yang paling indah, beristughfarlah pada dosa-dosa, ingatlah pada sang pencipta, bersiaplah menuju alam keabadian, dan nikmatilah hari anda dengan segala kegembiraan, keceriaan dan kebahagiaan. 
   Hiduplah di hari ini tanpa kesedihan, kegalauan, kemarahan, kedengkian, dan tanpa kebencian. Jangan lupa, pahatlah di lembaran kalbu anda ungkapan: harimu adalah hari ini. Bila anda percaya diri dan memiliki tekad serta semangat kuat membaja, niscaya Anda akan menundukan diri Anda pada prinsip: aku hanya akan hidup di hari ini. Di saat itulah, Anda mampu mengeksplorasi setiap detik untuk membangun eksitensi Anda, mengembangkan potensi Anda. Dan itu, akan membuat Anda berkata: “Hanya hari inilah Aku berkesempatan mengatakan hal-hal yang baik.

Buku   : Ada Kemudahan Bersama Kesulitan
Penulis : Ali Ahmad Abdul al at-thahthawi
          : Jad Ar-Rab dan Aid Al- Qarni

Kamis, 23 Mei 2013

Sekilas Sudut Pandang Pon-Pes


Pondok Pesantren, ketika mendengar kata Pondok Pesantren, kita dapat menyimpulkan diruang lingkup tersebut ada kyai atau pemimpin Pondok Pesantren, Ustad/Ustadza serta Santri, baik itu Santriwan/Santriwati.
Adapun ketika Seseorang ditanyakan apa itu Pondok Pesantren, pastinya dibenak pikiran telah menggambarkan Pondok Pesantren itu sangat kental dengan pendidikan Agama. Pada dasarnya Pondok Pesantren memang mengajarkan ilmu-ilmu Agama. Akan tetapi dalam criteria Pondok Pesantren yang berdiri di Negeri ini dibahagi menjadi dua kriteria, yaitu:
1.      Pondok Pesantren Salaffia.
2.      Pondok Pesantren Kholaffia.

v  Pondok Pesantren Salaffia
Dalam metode pembelajaran Pondok Pesantren Salaffia, para Santri-santri diajarkan penuh tentang ilmu Agama, dimana mulai dengan pembelajaran kitab suci Al-Qur’an dan hukum-hukum bacaan (taj’wid), serta pembelajaran nahwu shorof yang membahas hukum-hukum pembacaan kitab-kitab. Dalam pembelajaran di Pondok Pesantren tersebut lebih ditekankan dalam pembelajaran dan pengetahuan kitabkuning atau lebih dikenal kitab gundul yang dicetak tanpa harokat, dan pembelajaran kitab tersebut dipelajari dengan metode bacaan menggunakan pengetahuan yang telah difahami dari pembelajaran nahwu shorof.
Demikian pola pembelajaran Pondok Pesantren Salaffia, akan tetapi tidak dikesampingkan yang namanya Al-Lughotu (bahasa), yakni dalam pembelajaran bahasa Arab.
Dalam kehidupan Pondok Pesantren lebih dikenalkan dan diajarkan tentang kemandirian dan serta tata cara seorang santri dalam menggunakan busana muslim, berupa memakai pakaian koko/pakaian busana muslim, semisalnya; memakai baju takwa, kopiah putih serta sarung. Dan berbusana merupakan tata tertib dalam berpakaian dilingkungan Pondok, maupun ketika harus keluar (izin keluar area pondok).

v  Pondok Pesantren Kholaffia
Dalam sudut pandang Pondok Pesantren Kholaffia, lebih berorentasi pada system modern, namun criteria ke salaffianya tidak dikesampingkan, masih tetap dipergunakan, namun sedikit ke modernisasian diperkenalkan pada santri-santri.
Dari maksud yang tertulis diatas tersebut, bahwasanya Pondok Pesantren Kholaffia memprogramkan dua metode pembelajaran, yaitu: pembelajaran Agama dan pembelajaran formal.
Dalam pembelajaran Agama akan didapatkan dalam waktu-waktu tertentu (waktunya tidak cress dengan waktu pembelajaran formal). Segi-segi dasar pembelajarannya berupa belajar membaca Al-Qur’an dan hokum taj’widnya, bahasa arab, nahwu shorof, kitab-kitab kuning, ushululfiqh, tarikh, yang masih sama materi-materi pembelajaran di Pondok Pesantren Salaffia. Sedangkan untuk bahasa, Pondok Pesantren Kholaffia menggunakan bahasa dalam berkomunikasi dengan menggunakan bahsa Arab dan Inggris.
Sedangkan untuk pembelajaran formal dipondok tersebut dinaungi sekolah Madrasah Tsanawiyah, dan Aliyah, adapun beberapa pondok lain menggunakan status SMP dan SMA.
Dalam kalangan masyarakat sendiri Pondok telah menjadi cerminan atau tolak ukur dalam kehidupan yang telah didasari oleh kajian-kajian dalam ilmu agama. Akan tetapi daya minat generasi muda sendiri yang masih menuntut ilmu sangatlah kurang untuk merasakan pembelajaran di Pondok Pesantren,  dikarenakan banyak beranggapan jika pondok memiliki aturan atau tata tertib yang mereka anggap sangat ketat. Padahal dengan adanya tata tertib tersebut, seorang santri secara tidak langsung diajarkan untuk mengontrol tingkat emosional dalam kedisiplinan, kesabaran serta membina perilaku yang berakhlak, agar ketika terjun dikalangan masyarakat dapat beradabtasi sesuai norma-norma agama dan etika-etika dalam kajian agama.

Jumat, 10 Mei 2013

PRODUKSI DALAM PANDANGAN AL-QUR’AN DAN HADIST


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Islam memiliki konsep produksi barang dalam artian yang cukup luas. Yang mana dalam hal ini Islam memiliki Al-Qur’an serta hadist sebagai pedoman dalam menentukan dan menekankan manfaat dari barang yang diproduksi. Memproduksi suatu barang harus mempunyai hubungan dengan kebutuhan hidup manusia. Artinya suatu barang harus diproduksi hanya untuk memenuhi kebutuhan manusia, dan bukan semata-mata memproduksi barang mewah secara berlebihan yang tidak sesuai dengan kebutuhan manusia itu sendiri.
Ekonomi Islam itu sendiri menempatkan self interest (kemaslahatan individu) dan sosial interest (kemaslahatan masyarakat luas) sebagai tujuan dan sistem ekonomi mempunyai prinsip fundamental pada keadilan ekonomi (al-’adalah al-iqtisadiyah), jaminan sosial (at-takaful al-’ijtima’i) dan pemanfaatan sumber-sumber daya ekonomi secara efisien. Self interest dalam Islam diperlakukan sebagai kekuatan konstruktif bagi kesejahteraan kolektif. Keadilan ekonomi memiliki hubungan yang kuat dengan keadilan produksi. Keadilan produksi mencakup harga yang adil (as-saman al-’adl) dan laba yang adil pula (al-ajr al-’adl).
Dalam perspektif ekonomi, Islam memandang manusia sebagai berikut:
1.      Setiap manusia adalah produsen yang menghasilkan barang dan jasa yang berkaitan langsung dengan lingkungan hidup.
2.      Manusia dididik oleh lingkungan hidup dan bumi untuk senantiasa mengingat kebesaran Allah yang telah mendistribusikan rezeki yang adil diantara manusia.
3.      Sebagai produsen, maka manusia tidak boleh melakukan tindakan yang merusak lingkungan hidup (alam, budaya, sesama manusia).
Namun demikian, secara jelas peraturan ini memberikan kebebasan yang sangat luas  bagi manusia untuk berusaha memperoleh kekayaan yang lebih banyak lagi dalam memenuhi tuntutan hidup ekonomi. Dengan memberikan landasan rohani bagi manusia sehingga sifat manusia yang semula tamak dan mementingkan diri sendiri menjadi terkendali.

B.     Rumusan Masalah

Dari latar belakang masalah tentang produksi dapat diuraikan beberapa rumusan masalah sebagai berikut :
1.      Apa pengertian produksi?
2.      Apa saja faktor-faktor produksi?
3.      Bagaimana etika dalam produksi?
4.      Apa pentingnya produksi?

















BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Produksi

Dr. Muhammad Rawwas Qalahji memberikan padanan kata “produksi” dalam bahasa Arab dengan kata al-intaj yang secara harfiyah dimaknai dengan ijadu sil’atin (mewujudkan atau mengadakan sesuatu) atau khidmatu mu’ayyanatin bi istikhdami muzayyajin min ‘anashir alintaj dhamina itharu zamanin muhaddadin (pelayanan jasa yang jelas dengan menuntut adanya bantuan penggabungan unsur-unsur produksi yang terbingkai dalam waktu yang terbatas).
Produksi menurut Kahf mendefinisikan kegiatan produksi dalam perspektif islam sebagai usaha manusia untuk memperbaiki tidak hanya kondisi fisik materialnya, tetapi juga moralitas, sebagai sarana untuk mencapai tujuan hidup sebagaimana digariskan dalam agama islam, yaitu kebahagiaan dunia dan akhirat.
Dari dua pengertian diatas produksi dimaksudkan untuk mewujudkan suatu barang dan jasa yang digunakan tidak hanya untuk kebutuhan fisik tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan non fisik, dalam artian yang lain produksi dimaksudkan untuk menciptakan mashlahah bukan hanya menciptakan materi.
Produksi adalahkegiatan yang dapat menimbulkantambahan manfaatatau faedah baru, manfaat atau faedah baru itu sendiri terdiriatas beberapa macam, misalnya: faedah bentuk, faedah tempat, faedah waktu, dan sebagainya. Contoh manfaat dari perubahan-perubahan tersebut adalah:
• seorang wirausahawan yang kreatif, mengubah bentuk kayu menjadi meja, kursi, almari dan sebagainya, dalam hal ini merupakan tambahan faedah bentuk.
seorng wirausahawan membawa hasil-hasil pertaniandari pedesaan ke awasan perkotaan, dalam hal ini merupakan perubahan faedah tempat.
seorang wirausahawan mempunyai hasil pertanian yang disimpan dalam gudang, kemudian dikeluarkan lagi sampai dengan waktu yang diperlukan, dalam hal ini merupakan faedah waktu.
Tujuan Produksi itu sendiri dalam konsep ekonomi konvensional (kapitalis) dimaksudkan demi memperoleh laba sebesar-besarnya, sedangkan tujuan produksi dalam islam yaitu memberikan Mashlahah yang maksimum bagi konsumennya.
Walaupun dalam ekonomi islam tujuan utamannya adalah memaksimalkan mashlahah, memperoleh laba tidaklah dilarang selama berada dalam bingkai tujuan dan hukum islam. Dalam konsep mashlahah dirumuskan dengan keuntungan ditambah dengan berkah.
Islam mendorong manusia agar berusaha keras untuk memperoleh penghidupan dan memelihara taraf hidupnya yang lebih tinggi. Agama islam tidak menyukai manusia yang diperbudak ekonomi, oleh karena itu islam menekankan agar manusia berusaha untuk mendapatkan kekayaan. Rasulullah SAW pernah bersabda:
ليس بخيركم من ترك دنياه لاخرته . ولا اخرته لدنياه حتى يضيب منهما جميعا. فان الدنيا بلاغ الى الاخرة ولاتكون كلا على الناس .(رواه ابى عساكر)
Artinya : Orang terbaik diantara kamu adalah orang yang tidak meninggalkan akhirat dalam urusan duniawi dan yang tidak meninggalkan dunia karena urusan akhirat dan yang tidak membebani masyarakat.
Dari hadist tersebut di atas maka dapat disimpulkan bahwa seorang produsen akan dikatakan baik jika ia mampu berbuat adil dan seimbang antara mencari laba yang disesuaikan dengan manfaat yang diberikan melalui produk yang ditawarkan sehingga laba yang diperolehpun menjadi berkah karena telah mampu menciptakan kemaslahatan di tengah masyarakat luas. Dengan demikian ia juga telah dapat dinyatakn tidak meninggalkan akhirat dalam urusan dunianya dan begitu pula sebaliknya.
Keberkahan ini dapat dicapai jika produsen menerapkan prinsip dan nilai islam dalam kegiatan produksinnya. Dalam upaya mencari berkah dalam jangka pendek akan menurunkan keuntungan (karena adannya biaya berkah), tetapi dalam jangka panjang kemungkinan justru akan meningkatkan keuntungan, kerena meningkatnya permintaan.
Dalam Ayat Al-Qur’an yang menjadi landasan kegiatan berproduksi, yang antara lain sebagai berikut :
}§øŠs9öNà6øn=tãîy$oYã_br&(#qäótGö;s?WxôÒsù`ÏiBöNà6În/§4!#sŒÎ*sùOçFôÒsùr&ïÆÏiB;M»sùttã(#rãà2øŒ$$sù©!$#yYÏã̍yèô±yJø9$#ÏQ#tysø9$#(çnrãà2øŒ$#ur$yJx.öNà61yydbÎ)urOçFZà2`ÏiB¾Ï&Î#ö7s%z`ÏJs9tû,Îk!!$žÒ9$#ÇÊÒÑÈ
198. tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezki hasil perniagaan) dari Tuhanmu. Maka apabila kamu telah bertolak dari 'Arafat, berdzikirlah kepada Allah di Masy'arilharam[125]. dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu; dan Sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar Termasuk orang-orang yang sesat.

Dalam melakukan proses produksi yang dijadikan ukuran utamanya adalah nilai manfaat (utility) yang diambil dari hasil produksi tersebut. Produksi dalam pandangannya Dr.Abdurrahman yusro ahmad dalam bukunya muqadimah harus mengacu pada nilai utility dan masih dalam bingkai nilai halal serta tidak membahayakan bagi diri seseorang ataupun sekelompok  masyarakat. Dalam hal ini Abdurrahman merefleksi pemikirannya dengan mengacu pada QS.An-nahl Ayat 69
§NèOÍ?ä.`ÏBÈe@ä.ÏNºtyJ¨W9$#Å5è=ó$$sùŸ@ç7ßÅ7În/uWxä9èŒ4ßlãøƒs.`ÏB$ygÏRqäÜç/Ò>#uŽŸ°ì#Î=tFøƒC¼çmçRºuqø9r&ÏmŠÏùÖä!$xÿϩĨ$¨Z=Ïj93¨bÎ)Îûy7Ï9ºsŒZptƒUy5Qöqs)Ïj9tbr㍩3xÿtGtƒÇÏÒÈ
69. kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnyapada yang demikianitubenar-benarterdapattanda (kebesaranTuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.


B.     Faktor Produksi

Dalam pandangan Baqir Sadr (1979), ilmu ekonomi dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu:
Perbedaan ekonomi islam dengan ekonomi konvesional terletak pada filosofi ekonomi, bukan pada ilmu ekonominya. Filosofi ekonomi memberikan pemikiran dengan nilai-nilai islam dan batasan-batasan syariah, sedangkan ilmu ekonomi berisi alat-alat analisis ekonomi yang dapat digunakan.
Dengan kata lain, factor produksi ekonomi islam dengan ekonomi konvesional tidakberbeda, yang secara umum dapat dinyatakan sebagai berikut:
a.                  Faktor produksi tenaga kerja
            Kitab suci Al-Qur’an memandang betapa pentingnya produksi kekayaan negara, Al-Qur’an telah memberi penekanan yang lebih terhadap tenaga manusia. Ini dapat di lihat dari petikan ayat dalam surat An-Najm
وَأَنْ لَيْسَ لِلإنْسَانِ إِلا مَا سَعَى
Artinya :dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.(An-Najm :39)

b.                  Faktor produksi bahan baku dan bahan penolong
Al-Qur’an mengingatkan dalam surat Al-Baqarah bahwa manusia disediakan dengan tempat tinggal dan kesenangan di bumi ini dalam firman Allah
وَلَكُمْ فِي الأرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَى حِينٍ
Artinya : dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan( Al Baqarah  : 36)


Dan juga dinyatakan dalam Al-Qur’an tentang manfaat binatang
كُلُوا وَارْعَوْا أَنْعَامَكُمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لأولِي النُّهَى
Artinya : Makanlah dan gembalakanlah binatang-binatangmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu, terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang berakal.( Thoha : 54)

c.         Faktor produksi modal
            Pentingnya modal dalam kehidupan manusia ditunjukkan dalam Al-Qur’an
زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالأنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآب
Artinya : Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).( Al-imron: 14)
Di antara ketiga factor produksi, factor produksi modal yang memerlukan perhatian khusus karena dalam ekonomi konvesional diberlakukan sistem bunga. Pengenaan bunga terhadap modal ternyata membawa dampak yang luas bagi tingkat efisiansi produksi. ‘Abdul-Mannan mengeluarkan modal dari faktor produksi perbedaan ini timbul karena salah satu di antara dua persoalan berikut ini: ketidakjelasan antara faktor-faktor yang terakhir dan faktor-faktor antara, atau apakah kita menganggap modal sebagai buruh yang diakumulasikan, perbedaan ini semakin tajam karena kegagalan dalam memadukan larangan bunga(riba) dalam islam dengan peran besar yang dimainkan oleh modal dalam produksi.
Kegagalan ini disebabkan oleh adannya prakonseps kapitalis yang menyatakan bahwa bunga adalah harga modal yang ada dibalik pikiran sejumlah penulis. Negara merupakan faktor penting dalam produksi, yakni melalui pembelanjaannya yang akan mampu meningkatkan produksi dan melalui pajaknya akan dapat melemahkan produksi.
Pemerintah akan membangun pasar terbesar untuk barang dan jasa yang merupakan sumber utama bagi semua pembangunan. Penurunan belanja negara tidak hanya menyebabkan kegiatan usaha menjadi sepi dan menurunnya keuntungan, tetapi juga mengakibatkan penurunan dalam penerimaan pajak. Semakin besar belanja pemerintah, semakin baik perekonomian karena belanja yang tinggi memungkinkan pemerintah untuk melakukan hal-hal yang dibutuhkan bagi penduduk dan menjamin stabilitas hukum, peraturan, dan politik. Oleh karena itu, untuk mempercepat pembangunan kota, pemerintah harus berada dekat dengan masyarakat dan mensubsidi modal bagi mereka seperti layaknya air sungai yang membuat hijau dan mengaliri tanah di sekitarnya, sementara di kejauhan segalanya tetap kering.
 Faktor terpenting untuk prospek usaha adalah meringankan seringan mungkin beban pajak bagi pengusaha untuk menggairahkan kegiatan bisnis dengan menjamin keuntungan yang lebih besar (setelah pajak). Pajak dan bea cukai yang ringan akan membuat rakyat memiliki dorongan untuk lebih aktif berusaha sehingga bisnis akan mengalami kemajuan. Pajak yang rendah akan membawa kepuasan yang lebih besar bagi rakyat dan berdampak kepada penerimaan pajak yang meningkat secara total dari keseluruhan penghitungan pajak.

C.    Etika Produksi

Etika sebagai praktis berarti : nilai-nilai dan norma-norma moral sejauh dipraktikan atau justru tidak dipraktikan, walaupun seharusnya dipraktikkan. Etika sebagai refleksi adalah pemikiran moral. Dalam etika sebagai refleksi kita berfikir tentang apa yang dilakukan dan khususnya tentang apa yang harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan. Secara filosofi etika memiliki arti yang luas sebagai pengkajian moralitas. Terdapat tiga bidang dengan fungsi dan perwujudannya yaitu etika deskriptif (descriptive ethics), dalam konteks ini secara normatif menjelaskan pengalaman moral secara deskriptif berusaha untuk mengetahui motivasi, kemauan dan tujuan sesuatu tindakan dalam tingkah laku manusia. Kedua, etika normatif (normative ethics), yang berusaha menjelaskan mengapa manusia bertindak seperti yang mereka lakukan, dan apakah prinsip-prinsip dari kehidupan manusia. Ketiga, metaetika (metaethics), yang berusaha untuk memberikan arti istilah dan bahasa yang dipakai dalam pembicaraan etika, serta cara berfikir yang dipakai untuk membenarkan pernyataan-pernyataan etika. Metaetika mempertanyakan makna yang dikandung oleh istilah-istilah kesusilaan yang dipakai untuk membuat tanggapan-tanggapan kesusilaan.
Jika kita berbicara tentang nilai dan akhlak dalam ekonomi dan mu’amalah Islam, maka tampak secara jelas di hadapan kita empat nilai utama,yaitu: Rabbaniyah (Ketuhanan), Akhlak, Kemanusiaan dan Pertengahan. Nilai-nilai ini menggambarkan kekhasan (keunikan) yang utama bagi ekonomi Islam, bahkan dalam kenyataannya merupakan kekhasan yang bersifat menyeluruh yang tampak jelas pada segala sesuatu yang berlandaskan ajaran Islam. Makna dan nilai-nilai pokok yang empat ini memiliki cabang, buah, dan dampak bagi seluruh segi ekonomi dan muamalah Islamiah di bidang harta berupa produksi, konsumsi, sirkulasi, dan distribusi. Raafik Isaa Beekun dalam bukunya yang berjudul Islamic Bussines Ethics menyebutkan paling tidak ada sejumlah parameter kunci system etika Islam yang dapat dirangkum sebagai berikut:
1). Berbagai tindakan ataupun keputusan disebut etis bergantung pada niat individu yang melakukannya. Allah Maha Kuasa an mengetahui apapun niat kita sepenuhnya secara sempurna.
2). Niat baik yang diikuti tindakan yang baik akan dihitung sebagai ibadah. Niat yang halal tidak dapat mengubah tindakan yang haram menjadi halal.
3). Islam memberikan kebebasan kepada individu untuk percaya dan bertindakberdasarkan apapun keinginannya, namun tidak dalam hal tanggungjawab keadilan.
4). Percaya kepadaAllah SWT memberi individu kebebasan sepenuhnya dari hal apapun atau siapapun kecuali Allah.
5). Keputusan yang menguntungkan kelompok mamyoritas ataupun minoritas secara langsung bersifat etis dalam dirinya.etis bukanlahpermainan mengenai jumlah.
6). Islam mempergunakan pendekatan terbuka terhadap etika, bukan sebagai system yang tertutup, dan berorientasi diri sendiri.Egoisme tidak mendapat tempat dalam ajaran Islam.
7). Keputusan etis harus didasarkan pada pembacaan secara bersama-sama antara Al-Qur’an danalam semesta.
8).  Tidak seperti system etika yang diyakini banyak agama lain, Islam mendorong umat manusia untuk melaksanakan tazkiyah melalui partisipasi aktif dalam kehidupan ini. Dengan berprilaku secara etis di tengah godaan ujian dunia, kaum Muslim harus mampu membuktikan ketaatannya kepada Allah SWT.
وَمِنْ ثَمَرَاتِ النَّخِيلِ وَالأعْنَابِ تَتَّخِذُونَ مِنْهُ سَكَرًا وَرِزْقًا حَسَنًا إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ
Artinya : Dan dari buah kurma dan anggur, kamu buat minuman yang memabukkan dan rezeki yang baik. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang memikirkan  (An-Nahl :67)

D. Pentingnya produksi
            Melihat pentingnya peranan produksi yang nyata-nyata menentukan kemakmuran suatu bangsa dan taraf hidup manusia, Al-Qur’an telah meletakkan landasan yang sangat kuat terhadap sistem produksi barang.
Beberapa contoh  dalam Al-Qur’an maupun Sunnah Rosul menunjukkan bagaimana umat islam diperintahkan untuk bekerja keras dalam mencari penghidupan agar mereka tidak mengalami kegagalan atau tertinggal dari orang lain dalam berjuang demi kelangsungan hidupnya.
Al-Qur’an berulang kali memerintahkan manusia bekerja keras demi memperoleh penghidupan:
لِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ
Artinya : Supaya kamu mencari sebagian dari karunia-Nya. (Al-Qashas:73)
وَابْتِغَاؤُكُمْ مِنْ فَضْلِهِ
Artinya :Dan usahamu mencari bagian dari karunia-Nya.(Ar-Ruum: 23)
            Apabila Al-Qur’an dikaji  secara terperinci, maka kita akan mendapatkan bahwa penekanan atas usaha manusia untuk memperoleh sumber penghidupan merupakan salah satu prinsip ekonomi yang mendasar didalam islam. Namun demikian sekali lagi kita ingatkan bahwa usaha yang terus-menerus, bersungguh-sungguh dan semangat, yang diperlukan untuk mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan hidup. Jika tidak demikian halnya, mungkin akan menemui kegagalan hingga menimbulkan kemiskinan dan kelaparan yang parah. Manusia diperintahkan untuk melanjutkan perjuangan agar dapat mencapai tuntunan material dalam hidupnya, dalam firman Allah :
وَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ
Artinya :Dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya(An-Nisa’ : 32)
            Jika suatu saat usahanya membuahkan hasil yang lebih baik dari yang diharapkan, ia tidak akan menjadi kufur kepada Allah dengan mengeksploitasi orang-orang, melainkan tetap bersikap lembut.
Sebaliknya, meskipun ia telah berusaha sungguh-sungguh, namun mengalami kegagalan, tidak akan merasa putus asa namun akan tetap meningkatkan usahanya dan semakin menaruh keyakinan kepada Allah. Hal ini mengingatkan kepada firman Allah :
يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ وَيُضِلُّ اللَّهُ الظَّالِمِينَ وَيَفْعَلُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ  
Artinya : Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang lalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.(Ibrahim :27)
Kata-kata Al-Qaul-ul tsabit  berarti  berjanji dengan sungguh-sungguh untuk memelihara dengan melakukan sesuatu janji untuk mengukuhkan kedudukan imam melalui usaha dan ketekunan. Orang yang telah bekerja sungguh-sungguh dan teliti untuk kebaikan kehidupan di dunia  dijanjikan akan memperoleh harta kekayaan yang kekal dan stabil.
Dalam ayat Al-Qur’an tersebut sebenarnya telah diberikan jaminan keberhasilan dan stabilitas pada orang-orang(juga bangsa) yang bekerja dengan sejujurnya dan tidak kenal lelah untuk menghasilkan harta yang lebih banyak lagi, dalam memenuhi keutuhannya.  Keberhasilan dan kemenangan didunia mengisyaratkan usaha yang gigih. Sehingga manakala seseorang mengalami kegagalan dalam usahanya, ia masih memperoleh keberhasilan dan stabilitas dalam kehidupan duniawi. 
            Dalam surat Al-‘Ankabuut Manusia diperintahkan untuk mencari penghidupan dari berbagai sumber alam, sesuai dengan firman Allah :
فَابْتَغُوا عِنْدَ اللَّهِ الرِّزْقَ
Artinya : Maka mintalah rizki itu di sisi Allah (Al-‘Ankabuut :17)
BAB III

PENUTUP

A.    Kesimpulan

Produksi adalah kegiatan yang dapat menimbulkan tambahan manfaat atau faedah baru, manfaat atau faedah baru itu sendiri terdiri atas beberapa macam, misalnya: faedah bentuk, faedah tempat, faedah waktu, dan sebagainya
Tujuan Produksi itu sendiri dalam konsep ekonomi konvensional (kapitalis) dimaksudkan demi memperoleh laba sebesar-besarnya, sedangkan tujuan produksi dalam islam yaitu memberikan Mashlahah yang maksimum bagi konsumennya.
Walaupun dalam ekonomi islam tujuan utamannya adalah memaksimalkan mashlahah, memperoleh laba tidaklah dilarang selama berada dalam bingkai tujuan dan hukum islam. Dalam konsep mashlahah dirumuskan dengan keuntungan ditambah dengan berkah.
Seorang produsen akan dikatakan baik jika ia mampu berbuat adil dan seimbang antara mencari laba yang disesuaikan dengan manfaat yang diberikan melalui produk yang ditawarkan sehingga laba yang diperolehpun menjadi berkah karena telah mampu menciptakan kemaslahatan di tengah masyarakat luas. Dengan demikian ia juga telah dapat dinyatakn tidak meninggalkan akhirat dalam urusan dunianya dan begitu pula sebaliknya.
ليس بخيركم من ترك دنياه لاخرته . ولا اخرته لدنياه حتى يضيب منهما جميعا. فان الدنيا بلاغ الى الاخرة ولاتكون كلا على الناس .(رواه ابى عساكر)
Artinya : Orang terbaik diantara kamu adalah orang yang tidak meninggalkan akhirat dalam urusan duniawi dan yang tidak meninggalkan dunia karena urusan akhirat dan yang tidak membebani masyarakat.



DAFTAR PUSTAKA




Ø  HermawanKartajaya, Muhammad Syakir Sula: Syariah Marketing, MarkPlus&Co., MizanPustaka, Bandung, 2006.

Ø  Raafik Isaa Beekun,: Islamic Bussines Ethics, yogyakarta;Graha Ilmu,2007