Bukan kah kemerdekaan negeri di dapatkan dengan persatuan, tapi mengapa persatuan saat ini di matikan oleh kepribadian semata, bangsa kita bukan lagi terbentuk tatanan bhineka tunggal ika, melainkan tatanan kepribadian meraup kekayaan haram.
Menjalar sudah binatang-binatang melata di belahan negeri, tumbuh dari segalah kalangan. Kemana lagi mencari pembasmi hama-hama yang nista di kibaran sang saka merah putih ini.
Pasrah, seakan-akan jalan terakhir yang hanya menantikan derita akan datang melanda kita, namun segalahnya dapat tertepiskan dalam kehidupan kita dengan adanya kekuatan pantang menyerah yang telah di tanamkan para pejuang negeri ini dahulu kala.
Kepalkan tangan untuk menghujat tikus-tikus, domba-domba dan kecoak-kecoak di negeri kita, negeri kita bukanlah ladang hama, bersatu untuk perubahan, bergegas untuk kebangkitan negeri yang bersih dari hama-hama nista yang ada di negeri berlandaskan jiwa pancasila dan di naungi merah putih yang tetap berkibar sepanjang masa.
Tajamkan kebijaksanaan dan keadilan sosial, dan wariskan kepada anak cucu kita.
Wahai para hama-hama di negeri Indonesia, sang pembasmi kalian akan lahir, mereka tunas-tunas bangsa yang membawa kebijaksanaan dan keadilan dan akan merongrong kehidupan kalian dan akan mencabik-cabik kemewahan kalian, hingga kalian dapat merasakan rasa perihnya kemiskinan dan ketidak adilan yang kami alami saat ini.