Pondok
Pesantren, ketika mendengar kata Pondok Pesantren, kita dapat menyimpulkan diruang
lingkup tersebut ada kyai atau pemimpin Pondok Pesantren, Ustad/Ustadza serta Santri,
baik itu Santriwan/Santriwati.
Adapun
ketika Seseorang ditanyakan apa itu Pondok Pesantren, pastinya dibenak pikiran telah
menggambarkan Pondok Pesantren itu sangat kental dengan pendidikan Agama. Pada dasarnya
Pondok Pesantren memang mengajarkan ilmu-ilmu Agama. Akan tetapi dalam criteria
Pondok Pesantren yang berdiri di Negeri ini dibahagi menjadi dua kriteria,
yaitu:
1.
Pondok Pesantren
Salaffia.
2.
Pondok Pesantren
Kholaffia.
v Pondok Pesantren Salaffia
Dalam metode
pembelajaran Pondok Pesantren Salaffia, para Santri-santri diajarkan penuh tentang
ilmu Agama, dimana mulai dengan pembelajaran kitab suci Al-Qur’an dan hukum-hukum
bacaan (taj’wid), serta pembelajaran nahwu shorof yang membahas hukum-hukum pembacaan
kitab-kitab. Dalam pembelajaran di Pondok Pesantren tersebut lebih ditekankan dalam
pembelajaran dan pengetahuan kitabkuning atau lebih dikenal kitab gundul yang
dicetak tanpa harokat, dan pembelajaran kitab tersebut dipelajari dengan metode
bacaan menggunakan pengetahuan yang telah difahami dari pembelajaran nahwu shorof.
Demikian pola
pembelajaran Pondok Pesantren Salaffia, akan tetapi tidak dikesampingkan yang
namanya Al-Lughotu (bahasa), yakni dalam pembelajaran bahasa Arab.
Dalam kehidupan
Pondok Pesantren lebih dikenalkan dan diajarkan tentang kemandirian dan serta tata
cara seorang santri dalam menggunakan busana muslim, berupa memakai pakaian koko/pakaian
busana muslim, semisalnya; memakai baju takwa, kopiah putih serta sarung. Dan
berbusana merupakan tata tertib dalam berpakaian dilingkungan Pondok, maupun ketika
harus keluar (izin keluar area pondok).
v Pondok Pesantren Kholaffia
Dalam sudut pandang
Pondok Pesantren Kholaffia, lebih berorentasi pada system modern, namun
criteria ke salaffianya tidak dikesampingkan, masih tetap dipergunakan, namun sedikit
ke modernisasian diperkenalkan pada santri-santri.
Dari maksud
yang tertulis diatas tersebut, bahwasanya Pondok Pesantren Kholaffia memprogramkan
dua metode pembelajaran, yaitu: pembelajaran Agama dan pembelajaran formal.
Dalam pembelajaran
Agama akan didapatkan dalam waktu-waktu tertentu (waktunya tidak cress dengan waktu
pembelajaran formal). Segi-segi dasar pembelajarannya berupa belajar membaca
Al-Qur’an dan hokum taj’widnya, bahasa arab, nahwu shorof, kitab-kitab kuning,
ushululfiqh, tarikh, yang masih sama materi-materi pembelajaran di Pondok
Pesantren Salaffia. Sedangkan untuk bahasa, Pondok Pesantren Kholaffia menggunakan
bahasa dalam berkomunikasi dengan menggunakan bahsa Arab dan Inggris.
Sedangkan untuk
pembelajaran formal dipondok tersebut dinaungi sekolah Madrasah Tsanawiyah, dan
Aliyah, adapun beberapa pondok lain menggunakan status SMP dan SMA.
Dalam kalangan
masyarakat sendiri Pondok telah menjadi cerminan atau tolak ukur dalam kehidupan
yang telah didasari oleh kajian-kajian dalam ilmu agama. Akan tetapi daya minat
generasi muda sendiri yang masih menuntut ilmu sangatlah kurang untuk merasakan
pembelajaran di Pondok Pesantren, dikarenakan
banyak beranggapan jika pondok memiliki aturan atau tata tertib yang mereka anggap
sangat ketat. Padahal dengan adanya tata tertib tersebut, seorang santri secara
tidak langsung diajarkan untuk mengontrol tingkat emosional dalam kedisiplinan,
kesabaran serta membina perilaku yang berakhlak, agar ketika terjun dikalangan masyarakat
dapat beradabtasi sesuai norma-norma agama dan etika-etika dalam kajian agama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar