Kamis, 23 Mei 2013

Sekilas Sudut Pandang Pon-Pes


Pondok Pesantren, ketika mendengar kata Pondok Pesantren, kita dapat menyimpulkan diruang lingkup tersebut ada kyai atau pemimpin Pondok Pesantren, Ustad/Ustadza serta Santri, baik itu Santriwan/Santriwati.
Adapun ketika Seseorang ditanyakan apa itu Pondok Pesantren, pastinya dibenak pikiran telah menggambarkan Pondok Pesantren itu sangat kental dengan pendidikan Agama. Pada dasarnya Pondok Pesantren memang mengajarkan ilmu-ilmu Agama. Akan tetapi dalam criteria Pondok Pesantren yang berdiri di Negeri ini dibahagi menjadi dua kriteria, yaitu:
1.      Pondok Pesantren Salaffia.
2.      Pondok Pesantren Kholaffia.

v  Pondok Pesantren Salaffia
Dalam metode pembelajaran Pondok Pesantren Salaffia, para Santri-santri diajarkan penuh tentang ilmu Agama, dimana mulai dengan pembelajaran kitab suci Al-Qur’an dan hukum-hukum bacaan (taj’wid), serta pembelajaran nahwu shorof yang membahas hukum-hukum pembacaan kitab-kitab. Dalam pembelajaran di Pondok Pesantren tersebut lebih ditekankan dalam pembelajaran dan pengetahuan kitabkuning atau lebih dikenal kitab gundul yang dicetak tanpa harokat, dan pembelajaran kitab tersebut dipelajari dengan metode bacaan menggunakan pengetahuan yang telah difahami dari pembelajaran nahwu shorof.
Demikian pola pembelajaran Pondok Pesantren Salaffia, akan tetapi tidak dikesampingkan yang namanya Al-Lughotu (bahasa), yakni dalam pembelajaran bahasa Arab.
Dalam kehidupan Pondok Pesantren lebih dikenalkan dan diajarkan tentang kemandirian dan serta tata cara seorang santri dalam menggunakan busana muslim, berupa memakai pakaian koko/pakaian busana muslim, semisalnya; memakai baju takwa, kopiah putih serta sarung. Dan berbusana merupakan tata tertib dalam berpakaian dilingkungan Pondok, maupun ketika harus keluar (izin keluar area pondok).

v  Pondok Pesantren Kholaffia
Dalam sudut pandang Pondok Pesantren Kholaffia, lebih berorentasi pada system modern, namun criteria ke salaffianya tidak dikesampingkan, masih tetap dipergunakan, namun sedikit ke modernisasian diperkenalkan pada santri-santri.
Dari maksud yang tertulis diatas tersebut, bahwasanya Pondok Pesantren Kholaffia memprogramkan dua metode pembelajaran, yaitu: pembelajaran Agama dan pembelajaran formal.
Dalam pembelajaran Agama akan didapatkan dalam waktu-waktu tertentu (waktunya tidak cress dengan waktu pembelajaran formal). Segi-segi dasar pembelajarannya berupa belajar membaca Al-Qur’an dan hokum taj’widnya, bahasa arab, nahwu shorof, kitab-kitab kuning, ushululfiqh, tarikh, yang masih sama materi-materi pembelajaran di Pondok Pesantren Salaffia. Sedangkan untuk bahasa, Pondok Pesantren Kholaffia menggunakan bahasa dalam berkomunikasi dengan menggunakan bahsa Arab dan Inggris.
Sedangkan untuk pembelajaran formal dipondok tersebut dinaungi sekolah Madrasah Tsanawiyah, dan Aliyah, adapun beberapa pondok lain menggunakan status SMP dan SMA.
Dalam kalangan masyarakat sendiri Pondok telah menjadi cerminan atau tolak ukur dalam kehidupan yang telah didasari oleh kajian-kajian dalam ilmu agama. Akan tetapi daya minat generasi muda sendiri yang masih menuntut ilmu sangatlah kurang untuk merasakan pembelajaran di Pondok Pesantren,  dikarenakan banyak beranggapan jika pondok memiliki aturan atau tata tertib yang mereka anggap sangat ketat. Padahal dengan adanya tata tertib tersebut, seorang santri secara tidak langsung diajarkan untuk mengontrol tingkat emosional dalam kedisiplinan, kesabaran serta membina perilaku yang berakhlak, agar ketika terjun dikalangan masyarakat dapat beradabtasi sesuai norma-norma agama dan etika-etika dalam kajian agama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar