Manusia pandir dan berakal sempit selalu mencela sang pencipta dan pemberi karunia. Mereka mencari Dzat yang Maha Esa. Yang tiada sesembahan hak selain dia. Apa lagi saya, anda, dan kita yang memaang banyak salah dan dosa.
Di dalam kehidupan ini bila anda suka memberi, membangun, memberikan manfaat, mencerahkan umat, dan menerangi masyarakat, niscaya anda akan menghadapi serangan bertubi-tubi, berupa kritikan pedas lagi pahit, penghancuran terencana dan terarah dan penghinaan yang disengaja.
Parah pengkritik takkan pernah diam hingga hingga anda memasuki liang bumi, menaiki tangga di langit, dan lari dari mereka.
Adapun bila anda masih di tengah-tengah mereka, maka aka ada selalu sikap mereka yang membuat anda bersedih dan meneteskan air mata, atau membuat anda susah tidur.
Orang yang duduk di atas tanah tak akan pernah terjatuh dan manusia tak akan pernah menendang anjing mati, tapi mereka akan marah pada anda karena anda telah mengungguli mereka dalam hal kesalehan, ilmu, perilaku, dan harta. Anda di mata mereka adalah orang berdosa yang tak akan terampuni hingga anda melepaskan nikmat dan karunia Allah, meninggalkan sifat-sifat terpuji dan meninggalkan nilai-nilai luhur yang selama ini anda pegang, mereka baru akan rela, saat anda menjadi orang bodoh, pander, dan tolol seperti yang mereka harapkan.
Oleh sebab itu, waspadailah apa yang mereka katakana, teguhkan jiwa anda saat mendengar kritikan, cemoohan, dan hinaan. Jadilah seperti batu cadas yang tetap kokoh berdiri, dan bahkan mampu memecahkan butiran-butiran salju yang datang menerpa. Berpalinglah dari mereka dan jangan merasa sempit dari tipu daya mereka, karna sesungguhnya kritik menyakitkan itu adalah ungkapan penghormatan mereka. semakin tinggi derajat dan posisi Anda, maka kritikan yang datang akan semakin pedas dan memilukan.
Penulis: Ali Ahmad Abdul al at-thahthawi
: Jad Ar-Rab dan Aid Al- Qarni
Tidak ada komentar:
Posting Komentar