Jumat, 07 Juni 2013

SEPARUH KITA ADALAH UKHUWAH

  “Ya Salam, Ya Muhaimin”. Wajib rasanya menjadi acuan oran-orang muslim, orang muslim yang tidak menjadikan muslim lainnya merasa terganggu dengan lisan dan tangannya. Sedang orang mukmin adalah orang yang membuat orang lain merasa aman terhadap  darah dan hartanya.
  Sedemikian indahnya islam itu, sedemikian pula tali ukhuwah kita sejak awal saling mengenali, hingga sampai saat kita berada di kehidupan masing-masing. Waktu yang terus berputar ini, aku membuka kembali memori yang dahulu menorehkan ukiran hangatnya kebersamaan.
   Aktivitas yang bersama kita jalani, terawali saat seruhan adzan subuh berkumandang hingga sampai maghrib tiba dan mengisi canda tawa bersama saat isya’ telah berlalu. 
  Kita berkata saat dunia menyaksikan kebersamaan kita: “bahwa kita akan mengenang kehidupan ini, terus menjalin ukhuwah yang islami, menyapa salam saat kelak jumpa kembali di penghujung perpisahan”.  
   Sahabat, perpisahan kita semua tak akan pernah mengakhiri pertemuan, karna kita sangat merindukan canda tawa bernuangsa kebahagiaan ataupun kesedihan saat bersama di hadapan sejagad raya ini. Sekalipun di antara kita telah pergi mendahului kehidupan fana ini, tetap tidak akan pernah memutus persahabatan atau persaudaraan kita.
  Sahabat, separuh kita adalah ukhuwah. Do’a kita bersama adalah kekuatan, untuk kita yang masih memandang mentari dan rembulan tetaplah berjuang demi pembelian cita-cita dan kemerdekaan masa depan. 
  Untuk semua sahabat yang telah meninggalkan bumi ini selamanya dan tak akan kembali lagi, semoga sang Illahi Robbi menempatkan di antara kekasih-kekasih-NYA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar