Gumam seorang
pemimpi melihat realita hidup di negeri sang saka merah putih. Merah daraku
membeku disetiap ruang kepemerintahan. Putih tulangku retak termakan
tikus-tikus berdasi.
Bambu runcing saksi perjuangan tergantikan
dengan pena-pena menggores kertas berlabel cek ataupun tanda terima.
Negeri ibu pertiwi dahulu menggoyahkan dunia sebagai macan asia, namun kini ibu pertiwi adalah tikus asia yg berdasi. Tahta menjadi medan pertempuran demi kejayaan diri sendiri, kaum-kaum bawahan seakan tidak terlihat dipelupuk mata pendekar-pendekar berdasi, mereka hanyalah fokus pada perjuangan individualisme semata, segalanya demi kemerdekaan pribadi, mereka rela menghancurkan kebijaksanaan, mencabik-cabik belas kasih dan memasukan rasa kepedulian kedalam lubang buaya.
Negeri ibu pertiwi dahulu menggoyahkan dunia sebagai macan asia, namun kini ibu pertiwi adalah tikus asia yg berdasi. Tahta menjadi medan pertempuran demi kejayaan diri sendiri, kaum-kaum bawahan seakan tidak terlihat dipelupuk mata pendekar-pendekar berdasi, mereka hanyalah fokus pada perjuangan individualisme semata, segalanya demi kemerdekaan pribadi, mereka rela menghancurkan kebijaksanaan, mencabik-cabik belas kasih dan memasukan rasa kepedulian kedalam lubang buaya.
Sirnalah sudah, sirna semuanya keadilan
sosial bagi seluruh rakyat indonesia, tragedi kebobrokan intektual, emosional
negtif dan nol % akan spritual tanpa penghujung masih berlabu dinegeriku,
negeri kita tanah air indonesia.
sejarah baru
tertulis
: pahlawan adalah
tikus-tikus berdasi.
: bendera berwarna
hitam dengan lambang mata uang Rp,_.
: lagu untuk
pahlawan tikus berdasi adalah gugur bunga kamboja