Rabu, 02 Juli 2014

Pahlawan Berdasi

   Gumam seorang pemimpi melihat realita hidup di negeri sang saka merah putih. Merah daraku membeku disetiap ruang kepemerintahan. Putih tulangku retak termakan tikus-tikus berdasi.
Bambu runcing saksi perjuangan tergantikan dengan pena-pena menggores kertas berlabel cek ataupun tanda terima.
    Negeri ibu pertiwi dahulu menggoyahkan dunia sebagai macan asia, namun kini ibu pertiwi adalah tikus asia yg berdasi. Tahta menjadi medan pertempuran demi kejayaan diri sendiri, kaum-kaum bawahan seakan tidak terlihat dipelupuk mata pendekar-pendekar berdasi, mereka hanyalah fokus pada perjuangan individualisme semata, segalanya demi kemerdekaan pribadi, mereka rela menghancurkan kebijaksanaan, mencabik-cabik belas kasih dan memasukan rasa kepedulian kedalam lubang buaya.
   Sirnalah sudah, sirna semuanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia, tragedi kebobrokan intektual, emosional negtif dan nol % akan spritual tanpa penghujung masih berlabu dinegeriku, negeri kita tanah air indonesia.

sejarah baru tertulis
: pahlawan adalah tikus-tikus berdasi.
: bendera berwarna hitam dengan lambang mata uang Rp,_.
: lagu untuk pahlawan tikus berdasi adalah gugur bunga kamboja

Tidak ada komentar:

Posting Komentar